https://dlhkalimantanutara.id/ – Kalimantan Utara (Kaltara), sebagai provinsi termuda di Indonesia, berada dalam fase pembangunan yang sangat dinamis. Wilayah ini tidak hanya kaya akan sumber daya alam yang mendorong investasi skala besar, tetapi juga dihuni oleh masyarakat yang sangat bergantung pada kelestarian hutan, sungai, dan pesisir.
Di tengah situasi yang kompleks ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Utara memegang peran sentral sebagai “pengurus rumah tangga” yang bertanggung jawab memastikan kebutuhan lingkungan hidup masyarakat setempat terpenuhi tanpa tergerus oleh laju pembangunan.
Peran DLH Kaltara dalam konteks kebutuhan setempat sangatlah personal dan mendalam. Mereka adalah jembatan antara kebijakan makro pemerintah dengan realitas mikro di tingkat desa dan komunitas, memastikan bahwa stakeholder terbesar dari alam, yaitu masyarakat lokal, mendapatkan manfaat dari pembangunan sambil tetap menikmati lingkungan yang sehat dan lestari.
Menjaga Air Bersih dan Udara Sehat: Kebutuhan Dasar Komunitas
Salah satu kebutuhan paling mendasar masyarakat Kaltara adalah akses terhadap air bersih dan udara yang sehat. DLH Kaltara fokus pada pengawasan ketat terhadap sumber-sumber pencemaran yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup sehari-hari:
- Pengawasan Kualitas Air Sungai: Banyak komunitas di Kaltara masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. DLH secara rutin memantau dan menguji kualitas air sungai utama agar bebas dari kontaminasi limbah industri (terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan). Keberhasilan DLH dalam menjaga baku mutu air sungai adalah jaminan langsung terhadap kesehatan masyarakat lokal.
- Pengendalian Polusi Udara Lokal: Meskipun Kaltara relatif masih asri, polusi udara musiman akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta emisi industri di kawasan padat dapat mengancam kesehatan pernapasan. DLH bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan pencegahan dan penindakan dini Karhutla, serta memastikan industri menggunakan teknologi yang minim emisi.
Mengelola Sampah dan Kebutuhan Ruang Hijau Perkotaan
Seiring pertumbuhan Tanjung Selor dan kota-kota lain di Kaltara, masalah pengelolaan limbah padat dan kebutuhan ruang terbuka hijau menjadi isu krusial yang harus diatasi DLH untuk meningkatkan estetika dan kualitas hidup perkotaan.
- Solusi Pengelolaan Sampah Lokal: DLH Kaltara berupaya mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di tingkat komunitas dan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Ini mencakup edukasi pemilahan sampah, pengembangan bank sampah, hingga upaya mencari solusi teknologi untuk mengurangi timbunan limbah yang mengganggu kesehatan lingkungan setempat.
- Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH): DLH terlibat dalam perencanaan tata ruang untuk memastikan setiap kota memiliki RTH yang memadai. RTH berfungsi sebagai paru-paru kota, meredam polusi, dan menyediakan ruang publik yang sehat dan rekreaktif bagi warga.
Mengakomodasi Aspirasi Lokal dalam Pembangunan
Dalam proses pembangunan infrastruktur skala besar, seperti Kawasan Industri Hijau, DLH berperan sebagai mediator yang memastikan suara masyarakat lokal didengar dan dampak negatif diminimalisasi.
Buka juga : https://dlhkalimantanutara.id/
- Penyusunan AMDAL Berbasis Komunitas: Saat mengevaluasi AMDAL, DLH tidak hanya melihat aspek teknis, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan terhadap masyarakat adat dan komunitas setempat. DLH memastikan rencana mitigasi bencana, kompensasi, dan program pemberdayaan disiapkan oleh investor agar tidak terjadi konflik lingkungan sosial.
- Fasilitasi Kemitraan Konservasi: DLH Kaltara bekerja untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam upaya konservasi. Mereka mendukung inisiatif pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat adat, mengakui bahwa pengetahuan tradisional adalah aset tak ternilai untuk menjaga hutan dan sungai.
Dengan fokus pada pengawasan sumber air, pengendalian polusi, dan inklusi masyarakat dalam proses pembangunan, DLH Kaltara menunjukkan komitmennya sebagai pengurus rumah tangga yang andal, memastikan pembangunan Kaltara berjalan harmonis dengan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakatnya.
