Permasalahan Pertanian yang Sering Dihadapi Petani

Permasalahan Pertanian yang Sering Dihadapi Petani

Permasalahan pertanian tentu akan muncul karena berbagai hal, untuk itu penting bagi Anda memahami hal ini agar nantinya bisa mencari solusi terbaik. Sebelum memulainya pastikan sudah memahami terkait beberapa dasarnya.

Beberapa Permasalahan Pertanian

Pertanian sendiri tentu akan mengalami sebuah masalah karena beberapa hal misalnya kurangnya pengetahuan, salah dalam perawatan, kondisi alam yang sering berubah-ubah, dan sebagainya. berikut ini penjelasan lebih lanjutnya:

1. Proses Perawatan Kurang Tepat

Bercocok tanam memang perlu kehati-hatian yang harus selalu memantaunya untuk meminimlaisisr terjadinya masalah atau serangan hama. sebelumnya perlu memahami terkait dasar dari ilmu pertanian agar dapat mengembangkannya lebih dalam.

Sebagian besar masyarakat sering tidak memperhatikan laju pertumbuhan tanaman karena berbagai hal. Inilah mengapa kualitasnya bisa turun dan akan berpengaruh pada harga jualnya. Sebenarnya caranya cukup mudah salah satunya dengan melihat perkembangan fisik.

2. Banyaknya Hama

Faktor permasalahan pertanian satu ini bisa membuat gagal panen jika tidak segera ditangani dengan cara jitu. Biasanya petani akan menggunakan pestisida untuk membasmi sesuai dengan jenisnya. Sebelumnya perlu diperhatikan untuk penggunaan dosisnya.

Sebaiknya lihat terlebih dahulu aturan pakainya, karena jika berlebihan bisa jadi akan membuat hama semakin kuat, sehingga kemungkinan gagall panen sangat besar. Selain pestisida Anda bisa menggunakan kompetitor alaminya.

3. Tidak Tepat dalam Memilih Musim Tanam

Pemilihan musim sendiri memiliki peran penting untuk membuat panen dapat berhasil dengan baik, sehingga pahami terlebih dahulu tumbuhan yang akan Anda tanam kemudian pelajari faktor-faktor penunjangnya. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya kerugian.

Pola penanaman yang sesuai akan meningkatkan produktivitas, misalnya saja pada tanaman polong-polongan biasanya akan ditanam saat musim kemarau tiba, karena jika saat intensitas hujan tinggi maka kemungkinan besar akan busuk.

Demikian penjelasan terkait permasalahan pertanian yang perlu Anda ketahui. Saat ini para petani sering mengalami gagal panen, sehingga banyak kerugian yang harus ditanggungnya. Inilah mengapa nasib mereka sering tidak menentu. Inilah pentingnya harus memahami dasar-dasarnya agar bisa mengembangkan pada setiap tahapannya dengan runtut dan jelas.

Sumber lengkap : https://berkebun.co.id/

Penyebab Tumbuhan menjadi Layu

Penyebab Tumbuhan menjadi Layu

Salah satu kegiatan paling menyenangkan yang biasanya dilakukan oleh para perempuan ialah menanam tanaman atau bunga di halaman rumah. Namun, jika terjadi hal tak diinginkan seperti apa penyebab tumbuhan layu, ada baiknya Anda membaca artikel ini sampai habis.

Apa Saja Penyebab Tumbuhan Layu?

Memiliki tanaman yang tumbuh sehat nan cantik merupakan kebahagiaan tersendiri bagi setiap pemiliknya, seakan-akan mereka tampak hidup. Namun, apa jadinya jika tiba-tiba tumbuhan tersebut layu ? Pasti ada beberapa faktor pemicu tanaman tersebut layu / mati antara lain :

Berlebihan atau Kurang dalam Menyiram Tanaman

Sama halnya seperti manusia, jika mereka makan ada baiknya tidak perlu terlalu banyak namun juga tidak boleh terlalu sedikit. Dari keduanya itu sudah memiliki resikonya masing-masing.

Seperti halnya Anda akan lapar bila kekurangan makan serta perut akan sakit bila kebanyakan. Nah, hal ini juga berlaku pada tanaman. Mereka tidak boleh sampai kelebihan ataupun kekurangan air saat Anda menyiraminya.

Memang, menyiram tanaman itu diperlukan bahkan ada beberapa orang yang selalu melakukannya setiap hari. Perlu diketahui bahwa tanaman memiliki kadarnya sendiri.

Pencahayaan pada Tanaman Kurang

Kemudian penyebab layunya tanaman adalah kurangnya pencahayaan. Perlu Anda ketahui bahwa kurangnya pencahayaan pada tanaman itu dapat menyebabkan mereka layu atau bahkan mati. Namun, tanaman yang terlalu banyak menerima sinar juga tak baik. Pada akhirnya yang berlebihan itu tidak baik dilakukan.

Ada baiknya, Anda taruh tanaman tersebut di tempat yang cukup cahayanya seperti di teras rumah. Atau jika memang mengetahui jenis dari tanaman tersebut tidak boleh terkena sinar, maka jangan diletakkan di luar.

Meletakkan Tanaman di Pot yang Kurang Tepat

Maksudnya mungkin saja Anda meletakkan tanaman tersebut tidak pada pot yang memiliki pembuangan air yang benar. Justru air akan tetap berada di dalam pot dalam jangka waktu lama, sehingga menyebabkan akarnya cepat membusuk.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tanaman itu tidak boleh terlalu banyak air. Oleh karena itu, perhatikan pot Anda apakah sudah memiliki pembuangan air yang benar atau tidak, biasanya pot yang baik itu terdapat lubang kecil di bagian bawahnya.

Mungkin sampai di sini saja penjelasan yang perlu Anda ketahui tentang penyebab tumbuhan layu. Dalam budidaya tanaman itu diperlukan ketelitian dan kesabaran juga, jadi jangan sampai perawatan mereka berlebihan atau bahkan kurang karena bisa berakibat fatal.

Kunjungi: https://www.tanam.co.id/  

Jenis-Jenis Jagung

Jenis-Jenis Jagung

Jagung merupakan salah satu tanaman yang paling banyak ditanam di Indonesia, selain dijadikan bahan pangan juga seringkali menjadi bahan pakan ternak. Untuk lebih jelasnya, Anda perlu mengetahui beberapa jenis-jenis jagung.

Beberapa Jenis-Jenis Jagung

Berbudidaya jagung di rumah tergolong mudah, jadi bagi Anda yang ingin menanam di pekarangan rumah juga bisa. Tak heran jika banyak masyarakat yang memilih untuk budidaya daripada harus membeli di supermarket atau bahkan pasar tradisional.

Jagung Mutiara

Salah satu jenis jagung yang paling banyak ditanam oleh para petani di Jawa ialah jagung mutiara atau yang memiliki nama latin Zea mays var. indurata. Dari nama mutiaranya dikarenakan biji jagungnya memang tergolong serta hampir mirip seperti mutiara.

Bijinya memiliki bentuk yang bulat dan licin, tampilannya mengkilap serta keras. Jenis jagung mutiara ini dikenal disukai oleh para petani karena mempunyai daya tahan cukup kuat terhadap hama gudang.

Jagung Gigi Kuda

Jenis selanjutnya ialah jagung gigi kuda yang memiliki ceruk pada bagian tengah bijinya saat keadaan kering membuat tampilannya sangat menyerupai gigi kuda. Ciri-cirinya antara lain warnanya kuning, ukurannya besar, bentuknya pipih, puncak bijinya berlekuk.

Adapun ciri lain yang dimiliki oleh jagung gigi kuda seperti memiliki rasa yang hambar serta bertepung banyak, tak heran jika banyak dijadikan sebagai pakan ternak, pembuatan sirup jagung, minuman ataupun cairan sanitasi.

Jagung Manis

Ada pula jagung manis yang biasanya mudah sekali untuk Anda temui di pasar tradisional atau pinggir jalan yang kemudian diolah menjadi jagung bakar atau bahkan jagung dicampur dengan susu kental manis / jasuke.

Ciri-ciri dari jagung manis ini yaitu mempunyai biji yang transparan saat sudah matang, warnanya kuning dengan kandungan gula sangat tinggi dari kandungan pati. Oleh karena itu, bijinya akan keriput ketika kering.

Itulah beberapa jenis-jenis jagung yang biasanya mudah untuk Anda temui di pasar tradisional hingga diolah menjadi bahan jajanan para masyarakat dan dijual di pinggir jalan. Nama makanan tersebut adalah jasuke serta jagung bakar. Semoga bermanfaat.

Sumber: https://www.kebun.co.id/

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Budidaya Kelapa Sawit Agar Hasil Maksimal

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Budidaya Kelapa Sawit Agar Hasil Maksimal

Di Indonesia bidang pertanian dan perkebunan sangat populer dan perkembangannya pun begitu pesat. Begitupun dengan tanaman kelapa sawit. Jika kalian ingin mendapatkan hasil kelapa sawit bagus tentunya harus dengan perawatan yang baik dan penggunaan bahan-bahannya pun harus tepat, seperti salah satunya adalah pupuk yang tepat untuk digunakan pada perkebunan kelapa sawit. 

Mas Budi dari tipsbudidaya.com berpendapat bahwa, bagi kalian yang ingin memulai untuk membudidayakan kelapa sawit harus mengerti tentang sifat-sifat dan pemahaman tentang perkebunan kelapa sawit agar perkebunan kelapa sawit kalian menghasilkan kelapa sawit yang bagus. Salah satu langkah tersebut adalah mengerti tentang jenis lahan, cuaca dan bagaimana membuat blok kebun, terutama untuk membuat lahan tanpa membakar.

Dalam pembudidayaan kelapa sawit, orang-orang sering menganggap bahwa kelapa sawit merupakan tanaman yang tidak perlu menggunakan perawatan yang khusus, dan seringkali menanam kelapa sawit dilakukan secara asal-asalan, meskipun tidak semuanya begitu. Hal tersebut menjadi sarana bahwa jika kalian ingin membudidayakan kelapa sawit harus memerlukan modal dalam memahami tanaman kelapa sawit.

1. Lahan mana sajakah yang cocok untuk kelapa sawit?

Tanaman kelapa sawit ini dapat tumbuh di daerah tropis yang panas dengan suhu standar 28 sampai 32 derajat celcius. Jika suhu dibawah 25 derajat celcius, akan menyebabkan jumlah pelepah sawit akan menurun dan sangat mudah terserang penyakit, sehingga kualitas dari tanaman sawit menjadi turun

Saat suhu mulai panas produktivitas kelapa sawit akan meningkat, karena membuat pelepah kelapa sawitnya meningkat dan akan menghasilkan TBS yang banyak. Pada umumnya, ketinggian yang normal bagi kelapa sawit sekitar 1 sampai 500 mdpl. Untuk kecepatan angin untuk membantu proses penyerbukan normalnya sekitar 5 sampai 6 kilometer per jam.

Seperti tanaman lainnya, tanaman kelapa sawit memerlukan panas matahari sekitar 5 sampai 7 jam per harinya, hal tersebut membuat proses fotosintesis akan menjadi lebih baik dan membantu meningkatkan kemampuan dalam menyerap air dan nutrisi. Pertumbuhan daunnya juga sangat baik, buahnya cepat masak dan meningkatkan kandungan minyak kelapa sawit semakin banyak.

Untuk memulai pembudidayaan kelapa sawit, kalian harus wajib memberikan air yang normalnya sekitar 200 liter per pohon. Kalian juga bisa mengandalkan air hujan, untuk memudahkan kalian dalam perawatannya.

Untuk mendapatkan hasil kelapa sawit yang bagus pastinya memerlukan pupuk dalam proses perawatannya.

2. Pupuk yang cocok untuk kelapa sawit.

1. Pupuk Organik

Pupuk kelapa sawit yang pertama adalah pupuk organik. Jika kalian menggunakan pupuk ini, pastikan juga bahwa pupuk organik tersebut memiliki kualitas yang baik. Pupuk organik yang baik adalah pupuk bioboost. 

Pupuk ini akan membantu meningkatkan kualitas panen. Untuk mengurangi pupuk kimia, kalian juga bisa menggunakan pupuk bioboost.

2. Pupuk Non-Organik

Pupuk yang berikutnya adalah pupuk non-organik. Pupuk non-organik yang baik dapat menghasilkan buah kelapa sawit yang baik juga. Pupuk non-organik yang baik adalah pupuk yang mudah menyerap dan mengandung unsur hara.

Pupuk non-organik memiliki banyak jenisnya seperti contohnya pupuk urea, SP-36, Borak, KCL, dan lainnya. Untuk pencampuran pupuk ini harus mempunyai takaran yang pas. Pemberian pupuk non-organik ini disarankan diberikan untuk kelapa sawit yang masih berumur antara 0 hingga 3 tahun, bahkan yang masih belum berbuah, jika kalian masih bingung, bisa simak penjelasan beriku:

3. Pupuk urea

Untuk penggunaan takarannya sekitar 0,04-0,6 dan penggunaannya maksimal 2 kali saja.

Pupuk SP-36

Penggunaan takarannya normal sekitar 0,25-030 dan harap dipakai sekali saja.

Pupuk borax

Penggunaan takarannya sekitar 0,02-0,05 dan penggunaannya maksimal 2 kali saja.

Pupuk KCL

Penggunaan takarannya sekitar 0,2-0,5 dan penggunaannya maksimal 2 kali saja.

Pupuk organik dan pupuk non organik (pencampuran)

Untuk penggunaan pupuk organik paling cocok menggunakan pupuk bioboost. Dengan pemilihan pupuk tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan dari buah kelapa sawitnya. Pupuk bioboost bisa digabungkan dengan pupuk kimia dan bahkan bisa menghasilkan pupuk yang lebih baik. Dalam penggunaannya, dalam 1 hektar, kalian bisa menggunakan sekitar 4 karung pupuk bioboost yang telah dicampur dengan pupuk kimia

Dalam membantu peningkatan hasil buah kelapa sawitnya, ada langkah yang tepat dan harus kalian perhatikan: Pemberian pupuk dilakukan secara merata melingkar di bagian luar dan melingkar di bagian dalam. Dalam penempatan pupuknya dilakukan secara menyeluruh.

3 Jenis Durian Cepat Berbuah yang Bisa Anda Tanam di Halaman Rumah

3 Jenis Durian Cepat Berbuah yang Bisa Anda Tanam di Halaman Rumah

Sebagai negara dengan iklim tropis, indonesia dikaruniai oleh banyak buah yang beragam, salah satunya adalah durian. Durian adalah buah yang disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Walaupun tidak sedikit juga yang tidak menyukainya karena aromanya yang kuat.Durian merupakan tanaman buah dengan pohon yang tinggi dan berbatang besar. Sehingga sulit untuk menanam durian di sekitar rumah. Ditambah lagi, jarang ada pohon durian cepat berbuah.

Lamanya pohon durian berbuah akan membuat setiap orang yang merawatnya menjadi bosan dan tidak sabar, sehingga malas untuk mengurusnya dengan baik. Tapi semenjak maraknya penggunaan teknik okulasi tidak sulit lagi untuk menemukan jenis durian yang berbatang kecil dan jenis durian cepat berbuah.Bagi anda pencinta durian dan ingin membudidayakannya di sekitar rumah. Inilah rekomendasi beberapa jenis durian cepat berbuah dan bisa ditanam di halaman rumah :

1. Durian Bawor

Durian bawor adalah durian lokal unggulan asli Banyumas, Jawa tengah. Durian yang tercipta dari hasil penggabungan berbagai macam jenis durian unggul ini, lahir karena usaha bertahun-tahun dari seorang petani durian bernama Sarno Ahmad Darsono. Berkat usaha pak Sarno durian bawor bukan hanya unggul di buah, tetapi juga unggul dalam budidaya karena termasuk dalam durian cepat berbuah asli Indonesia.

Karakteristik durian  bawor mirip seperti durian montong dari Thailand. Buahnya besar dengan bobot maksimal mencapai 15kg.  Daging buahnya tebal dengan biji kecil. Yang membedakan hanya rasanya. Durian bawor memiliki rasa durian lokal yaitu manis, legit, dan sedikit rasa pahit. Karena buahnya mengandung kadar alkohol, yang disukai pencinta durian lokal.

Jika normalnya sebatang pohon durian dapat dipanen dalam jangka waktu 5-6 tahun dengan menggunakan teknik okulasi. Durian bawor hanya butuh waktu 3 tahun. Kecepatan masa panenya ini bahkan mengalahkan durian montong yang butuh waktu selama 4-5 tahun. Saat sudah berusia 5 tahun satu pohon durian bawor dapat menghasilkan buah sebanyak 100kg dengan rata-rata berat 4-5kg/buah.

Selain termasuk dalam jenis durian cepat berbuah, durian bawor juga memiliki batang pohon yang tidak terlalu besar. Ketinggian pohon yang sudah berbuah hanya sekitar 2-3 meter sehingga kita tidak akan kesulitan saat memanen buahnya.

Catatan : Untuk mendapatkan pohon durian yang cepat berbuah, selain dari faktor jenis atau varietas adalah bibit yang berkualitas. Ada berbagai cara untuk mendapatkan bibit berkualitas, salah satunya yang bisa anda coba adalah membeli secara online di penjual yang menurut anda bagus, salah satu yang kami rekomendasikan bisa cek di sini https://www.bibitbuahku.com/

2. Durian Raja Udang

Durian raja udangmemiliki warna kuning dan semburat merah mirip seperti udang rebus. Berasal dari Pontianak, Kalimantan, durian yang rasanya dianggap sangat lezat, karena lembut dan tidak memiliki serat ini akan terasa lebih sedap ketika dimakan langsung setelah jatuh dari pohonnya.Jenis durian cepat berbuah ini merupakan  salah satu jenis durian termahal di Malaysia. Selain itu, durian raja udang yang berasal dari pontianak dinilai memiliki rasa paling enak jika dibandingkan dengan daerah lain.

3. Durian Ochee

Selain durian musangking, salah satu varietas durian unggul asal negeri jiran Malaysia adalah durian Ochee alias durian black thorn alias durian duri hitam. Sesuai namanya durian ini memiliki warna hitam di ujung durinya. Durian ini disukai banyak orang karena rasanya yang manis, legit, dan sedikit pahit.

Pohon durian ochee dapat beradaptasi di segala tempat baik dataran rendah maupun dataran tinggi tapi idealnya ditanam pada ketinggian 400-600 mdpl. Selain itu, durian ochee termasuk dalam jenis durian yang cepat berbuah, hanya butuh waktu 3-4 tahun untuk dapat memanen buahnya. Apalagi produktifitas durian ochee juga sangat tinggi dimana banyaknya jumlah bunga akan menghasilkan buah yang banyak pula, berbeda dengan musang king yang walaupun berbunga banyak tidak menjamin akan berbuah banyak pula.

Keunggulan durian ochee tersebut mengantarkannya menjadi juara bertahan selama tiga tahun pada kontes buah durian di Malaysia dan mengalahkan pendahulunya yaitu durian musangking. Pohon durian ini dapat berbuah dalam tinggi 2 sampai 3 meter.

Walaupun sebagai jenis durian yang cepat berbuah. Jenis-jenis durian diatas juga harus dibarengi dengan perawatan yang benar agar kecepatan berbuahnya lebih maksimal.